Saturday, May 28, 2011

Perampok Spesialis Bank Antar-provinsi Dibekuk, Rp 1 M Disita





Jakarta - Aparat Satuan Reserse Mobile membekuk kawanan perampok bank yang beraksi antar provinsi. Pelaku yang berjumlah 4 orang itu ditangkap di Indramayu, Jawa Barat.

"Tersangka merupakan kelompok spesialis perampokan bank antar-provinsi," kata Kepala Satuan Reserse Mobile Polda Metro Jaya Kompol Herry Heryawan kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (25/5/2011).

Keempat tersangka yakni SR, SY, TK dan NS. Dari enam tersangka polisi menyita barang bukti berupa uang tunai senilai Rp 1 miliar, satu unit Daihatsu Xenia B 8832 GM, satu buah golok, sepucuk senjata api jenis revolver berikut 5 amunisi kaliber 38 mm, satu unit senapan laras panjang dan sejumlah peralatan untuk membongkar brankas.

Herry mengatakan, tersangka dibekuk setelah melakukan aksinya di Bank BRI cabang Kandang Haur, Jl Raya Parean, Desa Parean Girang, Kecamatan Kandang Haur, Kabupaten Indramayu pada Selasa (24/5) malam sekitar pukul 23.00 WIB. Para tersangka dijerat dengan Pasal 365 KUH Pidana pencurian dengan kekerasan dengan ancaman di atas 5 tahun penjara.

Dalam aksinya, para pelaku menyasar sejumlah ATM bank yang terletak di minimarket atau langsung ke bank-nya. Para tersangka juga tidak segan-segan melukai korbannya.

Herry mengungkapkan, para pelaku melakukan aksinya pada malam hari. Pelaku menganiaya satpam yang berjaga di sekitar ATM.

"Lalu mengikatnya dengan seutas tali," katanya.

Ia melanjutkan, pengungkapan itu bermula dari tertangkapnya 3 tersangka pelaku perampokan di Ciketing, Bekasi pada April 2011 lalu. Ketiga tersangka itu adalah RE, MS dan BS.




sumber: kaskus.us

Banyak Keluhan di Twitter, SBY Bahas Macet

VIVAnews - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memanggil enam Gubernur terkait masalah kemacetan di kota besar yang ada di wilayahnya. Keenam kota itu adalah Jakarta, Denpasar, Bandung, Medan, Makassar, dan Surabaya.

Menurut SBY, kemacetan merupakan persoalan serius. "Kalau kita mendengarkan twitter, radio, facebook, sms, talkshow percakapan di warung kopi, di kota-kota besar termasuk di Jakarta, hampir selalu mereka membicarakan tentang kemacetan," kata SBY, di Kantor Presiden, Kamis 26 Mei 2011.

SBY mengatakan, jika problem kemacetan tidak segera diatasi dan makin mmeburuk akan berdampak bagi warga. "Membikin tidak nyaman warga dan semua pengguna jalan," kata dia.

Akibat lain dari kemacetan, kata SBY, menyebabkan ongkos angkutan menjadi naik karena harus menghabiskan bahan bakar banyak tambah polusi."Yang kena rakyat juga," ujar SBY.

Selanjutnya, SBY menilai, itu juga akan berpengaruh pada efisiensi dalam bisnis. Presiden menyadari untuk mengatasi kemacetan bukan perkara mudah.

"Jadi jangan terlalu cepat menyalahkan. Ini tidak mampu, ini tidak becus. Memang ini pelik," kata dia.

Penyebab kemacetan, kata SBY, struktur jalan di kita-kota besar Indonesia pada umumnya tidak dirancang untuk menerima beban besar seperti saat ini. "Sementara kendaraan terus bertambah," kata dia.

Volume kendaraan, menurut SBY, terus bertambah tiap tahun. Tetapi, jaringan jalan tidak berubah. "Menambah jaring jalan tidak mudah. Ruangnya tidak ada," ucap SBY.

Selain itu, problem lain yang dihadapi adalah persoalan biaya mahal."Belum lagi pembebasan lahan yang tidak mudah," ucapnya.
http://nasional.vivanews.com/news/re...by-bahas-macet

Thursday, May 26, 2011

3 pilot disuruh cari 3 buah

ane lagi browsing2 gan dan ane nemu artikel ngakak nih gan, yok liat dulu gan



Pada perang dunia ke dua tiga pesawat Belanda jatuh di Kalimantan. Ketiga pilot itupun akhirnya disandera oleh warga setempat yang ternyata adalah orang Dayak. Kebetulan orang2 dayak tersebut adalah 'head hunter' dan sekaligus kanibal. Mengetahui hal tersebut, ketiga pilot yg takut tersebut memohon agar tidak dibunuh.
Maka kepala suku setempat berkata,

"Kalo kamu semua masih mau hidup, kalian harus pergi ke hutan dan bawa kembali SEPULUH buah yg jenisnya sama. Tapi kalian hanya mendapatkan waktu tiga jam!" Dengan sangat cepat ketiga pilot itupun akhirnya lari ke hutan untuk mencari buah-buahan.

Setelah dua jam pilot pertama pun akhirnya datang membawa sepuluh buah apel.
Kepala Suku: "Baik kamu telah membawa 10 buah apel. Sekarang masukkan semua apel itu melalui lobang pantat kamu satu persatu. Kalau kamu merintih, atau membuat suara, kamu akan saya potong-potong jadi sate!!"

Dengan perlahan-lahan sang pilot mencoba memasukkan apel pertama tanpa merintih. Dengan penuh perjuangan dan ketahanan akhirnya apel pertama bisa dia masukkan. Namun di apel yg ke dua ia tidak bisa menahan sakit dari unusnya, dan seraya merintih. Dengan kejam sang kepala suku memenggal kepala sang pilot. Maka naiklah ia ke surga.

Pilot kedua datang membawa 10 buah lengkeng. Dan kepala suku memeberikan instruksi yg sama kepada sang pilot. Dalam hati, "Yah kalo lengkeng sih gampang!"

Dan memang betul. Satu lengkeng masuk, dua lengkeng, tiga lengkeng... tapi pada saat ia memasukkan lengkeng yg ke sepuluh sang kepala suku tiba-tiba memotong kepalanya.

Saat pilot 2 naik ke surga ia bertemu dengan pilot 1.
Pilot 2: "Wah kamu mati juga ya?"
Pilot 1: "Iya aku bawa apel sih. Kan sakit! Ah, monyet tu kepala suku, syaratnya berat banget! Trus kamu bawa buah apa?"
Pilot 2: "Lengkeng."
Pilot 1: "Lengkeng? Itu kan gampang, kecil, gak sakit lagi!"
Pilot 2: "Emang betul. Semua lengkeng hampir aku masukkan semua ke dalam lobang pantat. Tapi ya itu, tiba-tiba aku tertawa dan semua lengkeng yg aku sudah masukkan keluar semua...."
Pilot 1: "Bego kamu! Kog ketawa?"
Pilot 2: "Habis pas mau masukin lengkeng no.10 aku liat Pilot 3 bawa DUREN!"
Pilot 1: "??????????"

sumber: kaskus.us

Monday, May 23, 2011

Sejarah Letusan Kiamat Kecil Dari Gunung Tambora


Tahun tanpa musim panas, juga dikenal sebagai Tahun Kemiskinan dan Seribu delapan ratus dan membeku hingga mati, terjadi pada 1816, ketika penyimpangan iklim musim panas menghancurkan panen di Eropa Utara, Amerika timur laut dan Kanada timur. Kini orang umumnya menduga bahwa penyimpangan itu terjadi karena ledakan vulkanik Gunung Tambora pada tanggal 5 April–15 April 1815. Gunung ini terletak di pulau Sumbawa di Hindia Belanda (kini Indonesia) yang melontarkan lebih dari satu setengah juta ton – atau 400 km³ – debu ke lapisan atas atmosfer. Seperti umumnya diketahui, setelah sebuah letusan gunung berapi yang dahsyat, temperatur di seluruh dunia menurun karena berkurangnya cahaya matahari yang bersinar melalui atmosfer.

http://img524.imageshack.us/img524/1644/krakatau.jpg

Penyimpangan iklim yang luar biasa pada 1816 menimbulkan pengaruh yang sangat hebat di Amerika timur laut, Kanada Maritim dan Eropa utara.
Hari ini i-dus.com bertemakan tentang"Sejarah Letusan Kiamat Kecil Dari Gunung Tambora .Biasanya, pada akhir musim semi dan musim panas di Amerika timur laut cuacanya relatif stabil: temperatur rata-rata sekitar 20–25°C, dan jarang sekali turun hingga di bawah 5°C. Salju musim panas sangat jarang terjadi, meskipun kadang-kadang turun pada bulan Mei.

http://mountaincatgeology.files.wordpress.com/2009/09/tambora-volcano.jpg

Namun pada Mei 1816 frost (pembekuan) mematikan sebagian besar tanaman yang telah ditanam, dan pada bulan Juni dua badai salju mengakibatkan banyak orang yang meninggal. Pada Juli dan Agustus, danau dan sungai yang membeku dengan es terjadi hingga di Pennsylvania yang jauh di selatan. Perubahan temperatur yang cepat dan dramatis lazim terjadi, dengan temperatur yang bergeser dari yang normal dan di atas normal pada musim panas, yaitu 35°C hingga hampir membeku hanya dalam beberapa jam saja. Meskipun para petani di selatan New England berhasil menuai panen yang masak, harga jagung dan biji-bijian lainnya meningkat secara dramatis. Harga haver, misalnya, meningkat dari 12 sen dolar sekarungnya (ukuran 35 1/4 liter) pada tahun sebelumnya menjadi 92 sen dolar Amerika.

http://neatorama.cachefly.net/stacy/krak.jpg

Banyak sejarahwan yang menyebutkan tahun tanpa musim panas ini sebagai motivasi utama untuk terbentuknya dengan segera pemukiman yang kini disebut sebagai Barat Tengah Amerika. Banyak penduduk New England yang tewas karena tahun itu, dan puluhan ribu lainnya berusaha mencari tanah yang lebih subur dan kondisi-kondisi pertanianyang lebih baik di Barat Tengah Hulu (saat itu merupakan Wilayah Barat Laut) (Sebuah contoh spesifik tentang hal ini adalah ketika keluarga Joseph Smith yang kemudian menjadi pendiri Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci Zaman Akhir pindah dari Sharon, Vermont ke Palmyra, New York di negara bagian New York yang jauh di barat setelah beberapa kali panen yang gagal.) Sementara hasil panen memang buruk selama beberapa tahun, pukulan yang terakhir terjadi pada 1815 dengan letusan Tambora.

Letusan Tambora ini juga menyebabkan Hongaria mengalami salju coklat. Italia mengalami sesuatu yang serupa, dengan salju merah yang jatuh sepanjang tahun. Hal ini diyakini disebabkan oleh debu vulkanik di atmosfer.

Badai yang hebat, curah hujan yang tidak normal, dan banjir di sungai-sungai utama Eropa (termasuk Sungai Rhein dihubungkan dengan peristiwa ini. Demikian pula dengan frost yang terjadi pada Agustus 1816.

sumber: http://jelajahunik.blogspot.com/2010/05/sejarah-letusan-kiamat-kecil-dari.html

Entri Populer